Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email
Touch ME slider for IOS, Android and Desktop.
Hardware accelerated using CSS3 for supported iOS
and enjoy the Amazing Slide Experience.
20 Mar 2016
Responsive Design, that will make you blow away.
Hardware accelerated using CSS3 for supported iOS
and enjoy the Amazing Slide Experience.
20 Mar 2016
Flexible Display providing efficient compatibility.
Hardware accelerated using CSS3 for supported iOS
and enjoy the Amazing Slide Experience.
20 Mar 2016
Customize it to the deepist according to the needs.
Hardware accelerated using CSS3 for supported iOS
and enjoy the Amazing Slide Experience.
20 Mar 2016

Thursday, September 04, 2014

Syekh Muhammad Ridwan Dalimunthe dan Persulukan Gunung Selamat

Tony
Berjarak takkurang 30 kilometer dari kota Rantauprapat. Atau, tepat dipertengahan jarak menuju Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara makam tokoh sufi itu menjadi tujuan penziarah.

Siapa warga Labuhanbatu khususnya dan Labuhanbatu Utara (Labura) ataupun Labusel, Sumut yang tak mengenal kawasan Gunung Selamat. Terlebih lagi, dengan lokasi pemakaman tuan Guru Gunung Selamat. Kompleks itu sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat ke tiga kabupaten itu. Bahkan, sampai ke luar daerah dan keluar negeri. Sebab, di kompleks itu, terdapat beberapa makam tuan guru yang sebelumnya sebagai pimpinan persulukan Tarekat Naqsabandiyah.

Kamis (12/8) mengenderai sepedamotor, penulis dan seorang rekan lainnya meluncur dari kota Rantauprapat. Tujuan utama mengunjungi makam dan kompleks persulukan di Desa Gunung Selamat, kecamatan Bilah Hulu, Labuhanbatu.

Di kompleks itu, penulis dan seorang rekan diterima langsung oleh pimpinan (Tuan Guru) persulukan itu. Syekh Muhammad Ridwan Dalimunthe, penerus pimpinan persulukan itu, menyebutkan kompleks itu sudah relatif lama berdiri. Bahkan, telah memasuki usia 37 tahun wafatnya pimpinan/tuan guru persulukan pertama, yakni Syekh Haji Ibrohim Dalimunthe Al Kholidi Annaksabandi. Dirinya, katanya pimpinan persulukan yang ke 5. Katanya, tuan guru pertama kelahiran tahun 1886 Masehi. Dan, wafat berusia 87 tahun di tahun 1973. “Meninggal 37 tahun silam berusia 87 tahun,” ujarnya. Katanya lagi, tuan guru pimpinan pesulukan itu merupakan murid langsung dari Persulukan Basilam Langkat. “Memang murid dari persulukan Basilam Langkat,” ujarnya. Bahkan, tambahnya merupakan murid angkatan pertama daripersulukan itu.

Ajaran tarekat di kompleks itu, akunya mengikuti ajaran tarekat Naqsabandiyah. Dimana, dalam laku ibadah lebih mengutamakan zikir qolbu. Setelah tuan guru pertama meninggal dunia, pihak Persulukan selanjutnya memberikan kepercayaan kepada syekh Djalalluddin Dalimunthe untuk menjadi tuan guru kedua memimpin persulukan. Dan, tuan guru selanjutnya dipercayakan dipimpin Syekh Syahiri Dalimunthe dan tuan guru Gunung Selamat IV adalah Syekh Harun Dalimunthe. “Pemakaman tuan guru I ketika itu langsung dihadiri oleh Bupati Labuhanbatu Iwan Maksum,” ungkapnya.

Di kompleks itu masih terdapat beberapa bangunan dan fasilitas umum (fasum) yang masih bangunan aslinya. Seperti, Rumah suluk laki-laki, rumah suluk perempuan. Dan, rumah besar peziarahan, rumah batu pahat/makhtab. “Disini dulu sebagai tempat menimba ilmu dan belajar para anak khadam,” ujarnya.

Bahkan, fasilitas yang lain dan memiliki keunikan serta keanehan (kharomah) tersendiri adalah keterdapatan dua buah sumber mata air sebagai sumur pemandian. Yakni, sumur untuk murid laki-laki. Dan, sumber air untuk pemandian murid kaum perempuan. Kata Tuan Guru Syekh Muhammad Ridwan Dalimunthe, persediaan air di sumur itu tidak pernah habis. Meskipun dimusim kemarau. “Alhamdulillah sumur itu justru dapat memberikan air kepada warga sekitar kompleks ketika dimusim kemarau,” imbuhnya. Sumur murid laki-laki dibangun sekira tahun 1950-an. Sementara, sumur murid perempuan dibangun sekira tahun 1960-an.

Persulukan di kompleks itu, ujarnya bersifat continue dan tidak musiman. Sebab, setiap saat ada murid yang melakukan persulukan. Selain itu, kompleks yang terbangun di areal seluas lebih kurang 3 hektare itu juga terdapat areal pekuburan muslim warga sekitar kompleks.

Penulis dan rekan juga diberi kesempatan untuk berkeliling di kompleks itu. Bahkan, memasuki bangunan makam tuan guru pertama dan kedua.

Selain itu, diberi kesempatan menaiki loteng di lantai 4, tempat muadjin melafadzkan najab sebelum mengumandangkan azan. Kompleks itu juga, bukan sekedar tempat bersuluk. Namun, kerap disambangi oleh warga yang ingin berziarah ke makam para tuan guru yang telah meninggal. Sebab, tak jarang warga yang memiliki keterkabulan niat bernazar ziarah ke makam itu. Rata-rata jumlah kunjungan ke makam itu perharinya sekitar 10 orang. Bahkan, pada saat tertentu jumlahnya meninkat tajam. “Ya, kalau HUL biasanya jumlah murid tarekat dan penziarah akan meningkat,” beber Syekh Muhammad Ridwan Dalimunthe.

Tanggal 14 Oktober 2010 mendatang, kompleks itu akan mengadakan HUL ke 37 tahun. Karena biasanya pelaksanaan HUL berdekatan dengan tanggal 15 Dzulkaidah tahun Islam. Diacara itu, direncanakan akan melakukan aqiqah. Dan memberi kesempatan kepada umum untuk mengikutinya. Tapi, dibatasi hanya maksimal sebanyak 21 orang. Juga, akan diselenggarakan suluk 40 hari dan mengadakan pengajian ilmu hikmah dan laduni.

Makam tuan guru Gunung Selamat, Bilah hulu Kabupaten Labuhanbatu kerap disambangi warga untuk ziarah kubur (kompasiana)

Tuan Guru Syekh H Syamsuddin Hasibuan dan Persulukan Darussalam Baru

Tony
Hari ulang tahun (HUL) ke-25 Persulukan Darussalam Baru yang terletak di Desa Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, Labuhanbatu Utara, Sabtu (4/5) dihadiri berbagai tokoh di Sumatera Utara, termasuk ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara HT Milwan. Persulukan ini didirikan Tuan Guru Syekh M Naim Al Kholidi Naqsabandiyah sejak tahun 1926.

Tuan Guru Syekh H Syamsuddin Hasibuan dalam sambutannya mengatakan, Syekh M Naim Al Kholidi Naqsabandiyah adalah sosok pendiri persulukan yang didirikan sejak tahun 1926 dan mampu bertahan hingga saat ini.

“Hidup beliau (Syekh M Naim Al Kholidi Naqsabandiyah) senantiasa diperuntukkan guna mengembangkan agama Allah, berpindah- pindah tetap dengan tujuan menyebarkan syiar Islam. Melalui HUL ini mari bersama kita mengenang dan menjadikan visi misi selagi hayat dikandung badan, tetap berusaha untuk mengembangkan agama Allah seperti beliau,” kata Syamsuddin Hasibuan.

Dijelaskan H Syamsuddin Hasibuan menambahkan, persulukan Darussalam Baru didirikan bertujuan guna menciptakan hamba- hamba Allah yang soleh dan patuh terhadap orang tua, serta nusa dan bangsa.

Sementara Ketua DPD Partai Demokrat Sumut H T Milwan mengatakan, kehadirannya dalam peringatan HUL tersebut merupakan rasa syukur yang sangat mendalam, petunjuk dan penguatan diri.

“Saya sangat bersyukur sekali, inilah penguatan diri saya, ini merupakan petunjuk bagi saya untuk dapat hadir dan bertemu secara langsung dengan Tuan Guru Syekh H Syamsuddin Hasibuan yang merupakan imam dalam menjalankan agama Allah di persulukan ini,” kata HT Milwan.

Ditambahkan HT Milwan, tidak ada seorangpun manusia di bumi yang sempurna, alangkah baiknya dalam kekurangan dan ketidak sempurnaan itu dirinya dapat menjadi manfaat bagi orang banyak.

“Janganlah kita merasa sombong dan mengaku hebat. Sebaik-baiknya manusia itu adalah manusia yang dapat bermanfaat bagi orang lain. Untuk itu, saya ingin di masa akhir saya, dapat bermanfaat bagi orang banyak,” kata H T Milwan.

Sementara Ketua MUI Kabupaten Labura H Darkin Tanjung SPd mengatakan, rasa syukur yang mendalam atas kehadiran Ketua DPD Partai Demokrat Sumut H T Milwan pada HUL tersebut, serta memberikan apresiasi terhadap niat mantan Bupati Labuhanbatu 2 periode itu untuk dapat berkumpul bersama di Persulukan Darussalam Baru.

"Pemimpin yang benar itu, adalah sosok yang tidak lupa dengan agama dan sang khalik serta perduli dengan orang banyak, untuk itu, saya sangat mendukung langkah- langkah yang dilakukan Pak  HT Milwan,” kata Ketua MUI Labura.

Bupati Labuhanbatu Utara H Khairuddinsyah Sitorus SE dalam sambutannya yang disampaikan Kepala BKD Pemkab Labura Ridwan SIP mengatakan, persulukan merupakan lembaga non formal guna menciptakan santri yang mampu mengembangkan nilai- nilai spiritual dan mental keagamaan. Pemkab Labura sangat berterima kasih sekali atas berdirinya persulukan.

“Diharapkan generasi yang dipimpin di lembaga persulukan ini dapat menjadi contoh dan tauladan serta dapat ditumbuhkembangkan ke depan,” kata Ridwan. Hadir juga dalam HUL ke-25 Tuan Guru Syekh M Naim Al Kholidi Naqsabandiyah itu, Ketua DPC Partai Demokrat Labuhanbatu H Mukhlis Hasibuan, Sekretaris DPC Partai Demokrat Ibrahim SIP, Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu Sawal Effendi Hasibuan SE, Ketua Komisi B DPRD Labuhanbatu Akhyar P Simbolon SE dan anggota DPRD Labusel H Panggar Nasution. (metrosiantar)

Syekh Abdurrahman Rajagukguk dan Parsulukan Hatonduhan

Tony
Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM berharap pelaksaan HAUL Ke 3 persulukan Syekh Abdurrahman Rajagukguk QS pada 5 Januari 2013 sukses.

Harapan ini disampaikan Bupati bersama Sekretaris Daerah Drs Gidion Purba MSi, para asisten Setkab dan pimpinan SKPD saat melakukan kunjungan silahturrahmi ke pondok persulukan Tuan Guru Serambi Babussalam Majelis Zikir Thariqat Nagsyabandiyah di Nagori Jawa Tongah Kecamatan Hatonduhan, Jumat sore.

Rombongan disambut pimpinan persulukan Syekh H Ahmad Sabban Al Rahmaniy MA putra Syekh Abdurrahman Rajaguguk QS bersama dengan pengikutnya.

“Saya sangat mendukung keberadaan pondok persulukan ini, karena salah satu sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa terutama dalam pembinaan mental spirituan masyarakat,” tandas Bupati.

Untuk pengembangan pondok persulukan ini, Bupati memberikan bantuan sebesar Rp200 juta kepada pimpinan pondok persulukan Syekh H Ahmad Sabban Al Rahmaniy MA.

“Saya juga berterima kasih atas perhatian Pemkab Simalungun yang telah memberikan perhatian yang begitu besar terhadap tempat kami ini yang merupakan sarana pembinaan mental/spiritual dan keimaan masyarakat,” ucap Ahmad Sabban.

Seusai dari pondok persulukan, rombongan Bupati melakukan kunjungan kerja ke kantor Pangulu Jawa Tongah. Bupati pun mengimbau kepada  aparatur nagori untuk menata sekaligus membenahi lingkungan perkantoran tersebut. (antarasumut)

Saturday, August 30, 2014

Wali Kota: Kartu Medan Sehat Tetap Berlaku

Tony
Wali Kota Medan Dzulmi Eldin menegaskan, warga pemegang kartu "Medan Sehat" tidak perlu khawatir karena kartu tersebut tetap berlaku dan dipergunakan untuk berobat ke rumah sakit.

"Semua kartu Medan Sehat tetap berlaku, makanya diminta kepada warga pemegang kartu sehat tidak perlu khawatir untuk berobat ke Rumah Sakit," katanya di Medan, Sabtu, pada silaturrahmi dengan ribuan warga dari Kecamatan Medan Amplas.

Ia mengatakan, apapun namanya kartu sehat yang dikeluarkan oleh pemerintah, semuanya tetap berlaku karena sudah menjadi komitmen pemerintah dalam hal peningkatan layanan kesehatan pada masyarakat.

Artinya, semua warga kurang mampu yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan akan diurus dan ditanggung oleh pemerintah.

Karena itug kepada aparat baik jajaran kesehatan juga lingkungan, lurah dan camat diminta segera menindaklanjuti bila ada masyarakat yang memerlukan pengobatan.
"Karena rumah sakit provider akan selalu siap menampung warga pemagang kartu sehat," katanya.

Dalam kesempatan itu, Eldin juga menjelaskan, banyak program Pemkot Medan yang telah dilakukan terutama yang berkaitan dengan kehidupan hajat orang banyak.

Seperti pembuatan KTP, kartu keluarga dan semua kartu sehat tetap berlaku. karena itu, diminta kepada warga pemegang kartu sehat tidak perlu khawatir untuk berobat ke rumah sakit dan akte perkawinan yang sekarang sudah bisa dilakukan di kecamatan.

Demikian juga dengan pembuatan akte kelahiran yang sudah dapat dilakukan di sekolah-sekolah.

Semuanya itu, menurut dia, untuk mempermudah warga dan diharapkan semua pihak dapat bekerja sama untuk menyukseskan semua program pemerintah daerah yang pada intinya juga adalah untuk masyarakat juga.

"Kami datang ke sini dalam rangka ingin menyerap aspirasi tentang apa yang menjadi kebutuhan masyarakat demi membangun Kota Medan ini ke depan. Sebelumnya saya telah melihat kondisi wilayah Medan Amplas terutama infrastruktur yang bermasalah, saya sudah mendata untuk segera ditindak lanjuti pembenahannya," katanya. (antara)

Saturday, August 23, 2014

Ulama Batu Bara Jangan Saling Menyalahkan

Tony
Pengamat dan pemerhati agama menyarankan agar para ulama yang ada di negeri ini jangan saling menyalahkan soal sudut pandang sejumlah pengajian yang ada di Batu Bara. Untuk itu, ulama dan umara (pemimpin) semestinya saling bergandeng tangan dalam memperbaiki akhlak manusia.

"Ulama dan umara merupakan salah satu khalifah yang memberikan jalan kepada umat manusia. Merekalah yang semestinya menjadi teladan bagi umat dalam menyikapi sebuah persoalan,” ujar pemerhati agama di Batu Bara, Nazaruddin, kepada andalas di Tanjung Tiram, Kamis (12/12).

Pernyataan itu disampaikannya berkaitan dengan silang sengketa sudut pandang antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batu Bara yang menyatakan bahwa pengajian Naqsabandiyah cabang Bengkulu yang berada di Desa Lima Laras adalah sesat. Akibat pernyataan itu kemudian sejumlah ulama saling adu argumentasi dan saling menyalahkan.

Lebih lanjut dikatakan Nazaruddin, untuk menyelesaikan persoalan sudut padang agama, katanya, harus melibatkan sejumlah ulama, pakar agama, dan umara. Dengan demikian, soal sudut pandang tentang materi pengajian bisa dibahas bersama-sama dengan tidak saling menyudutkan satu sama lain. "Jadi pembahasannya bisa jelas dan terang benderang mengenai materi pemahaman," jelasnya.

Sekedar diketahui, MUI Batu Bara melalui Ustazh Nasir Lc dalam pernyataannya di sebuah media menyatakan, pengajian Naqsabandiyah yang berada di Desa Lima Laras, Kecamatan Tanjung Tiram sesat. Oleh karena itu, pengajian jangan diteruskan lagi. Pernyataan Ustazh Nasir itu dilontarkan pada acara dialog yang diprakarsai oleh salah satu mahasiswa di Desa Lima Laras. Sayangnya, ustadzh yang hafiz Quran itu tidak memberikan kesempatan kepada pengajian Naqsabandiyah untuk menjelaskan secara rinci materi yang diajarkan kepada murid- muridnya itu.

Disebutkan, lapaz Allah "Alif, Lam, Lam, Ha, itu tidak boleh diputus-putus menjadi empat bagian. Jika "Allah" diputus menjadi dihilangkan alif, menjadi lillah, jika hilang lam, hu, Tuhan, maka dari itu, Allah itu jadi empat bagian.

Pernyataan itu kemudian menyulut polemik di kalangan organisasi Islam di Batu Bara yang menjurus saling menyudutkan.

Sebelumnya, salah seorang gurui pengajian Naqsabandiyah asal Bengkulu menyatakan, Tarekat Naqsabandiyah bukan aliran sesat. "Kami tidak sesat, kami bukan aliran agama tapi hanya kelompok pengajian. Kami sangat menyayangkan sekali kalau ada yang menuduh kami ini sesat," kata guru besar Ilmu Tasawuf Tarekat Naqsabandiyah, Cabang Kabupaten Rejanglebong, Asman, di sejumlah media masa.

Menurutnya, jamaah Tarekat Naqsabandiyah, sudah ada sejak ratusan tahun lalu di Indonesia. Selain berpusat di Desa Suka Datang, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejanglebong, Provinsi Bengkulu, juga ada di beberapa wilayah seperti di Andale, Sumatra Barat, Bangka dan Pangkal Pinang, Kabupaten Muko-muko, Bengkulu, Kendari, Sulawesi Utara, Jakarta, Depok dan daerah lainnya.

Setiap tahun ratusan hingga seribuan jemaah kelompok ini berkumpul di gedung Tarekat Naqsabandiyah di Kabupaten Rejanglebong, yang dibangun di atas lahan lebih kurang satu hektar. Jemaah berkumpul untuk melaksanakan dzikir akbar atau yang mereka sebut "Suluk" dan haul memperingati delapan tahun meninggalnya guru Tarekat Naqsabandiyah setempat, Buya Syekh Zainal Arifin.

Untuk pelaksanaan dzikir jahar biasanya dilakukan secara berjamaah (ramai-ramai) dan diucapkan keras-keras setelah pelaksanaan salat lima waktu. "Sedangkan zikir khafi dilakukan pelan-pelan dan tersendiri di dalam sekat-sekat berukuran 1 x 1 meter yang diselubungi kain kassa penahan nyamuk atau kelambu," terang Asman.

Pelaksanaan zikir tersebut, lanjut Asman, guna menghilangkan penyakit yang mendera hati seperti hasut, iri dengki, takabur dan sebagainya. Jika para jemaah selesai menjalaninya maka mereka akan bersih, suci, sehingga akan menjauhi berbagai larangan agama. (harianandalas)

Syekh Abdul Wahab Rokan: Obyek Wisata Religius

Tony
Sekitar 17 kilometer jalan ke obyek wisata religius tempat kelahiran tokoh tarekat Naqsabandiyah, Syekh Abdul Wahab Rokan, di Desa Rantau Binuang Sakti (RBS), Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) masih perlu dibangun.

Akses jalan perlu diperbaiki, agar obyek wisata religius peninggalan Syekh Abdul Wahab Rokan dapat dijangkau kendaraan. Baik kendaraan roda dua atau roda empat. Namun, saat ini, untuk akses kesana, banyak peziarah lebih memilih melalui jalur air atau menumpang boat atau pompong.

Baru-baru ini, Bupati Rohul Achmad mengatakan pemerintah daerah akan menjadikan kampung kelahiran Syekh Abdul Wahab Rokan di Rantau Binuang Sakti sebagai tempat peringatan sosok pendiri tarekat naqsabandiyah yang sudah dikenal hingga Asia Tenggara.

Diakuinya, sosok Syekh Abdul Wahab Rokan patut diteladani, terutama dalam syiar Islam. Apalagi, namanya telah dikenal oleh jemaah suluk di Basilam, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Setiap tahun, jemaah memperingati hari wafatnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Rohul, Dra. Yurikawati mengatakan, saat ini yang masih jadi kendala pengembangan objek wisata religus ke daerah tersebut yakni jalan sepanjang 7 km yang masih rusak.

"Bila jalan diperbaiki, maka kawasan tempat lahirnya sosok tarekat akan ramai dikunjungi peziarah. Kalau di Basilam, hari kelahiran Abdul Wahab Rokan dirayakan," kata Yurika, Rabu (20/8/14).

Yurika mengakui sampai kini, para peziarah yang akan melihat tempat kelahiran Syekh Abdul Wahab Rokan kesulitan menjangkaunya. Mereka lebih memilih jalur sungai, namun harus menempuh sekitar 3 jam. Belum lagi, belum ada dermaga disana.

"Apalagi bila musim hujan. Jalan menuju desa Rantau Binuang Sakti tidak layak," jelas dia.

Yurika mengungkapkan banyak warga tertarik datang ke tempat kelahiran Syekh Abdul Wahab Rokan di Rantau Binuang Sakti, namun didominasi warga di sekitar Kecamatan Kepenuhan. Hal itu disebabkan faktor jalan yang belum mendukung.

Belum lama ini, Anggota Komisi III DPRD Rohul, Ismail Hamkaz, mengatakan jalan ke lokasi wisata religius memang membutuhkan perbaikan. Yakni, jalan dari Desa Ulak Patian sampai Desa Rantau Binuang Sakti, kampung kelahiran Abdul Wahab (Riauterkini)

Pengalaman Abi Syeh Daeng dalam Suluk

Tony
Di kota Medan, praktisi dunia gaib banyak macam ragamnya. Baik kepercayaan, aliran keilmuan maupun cara pandang, yang intinya kian menyemarakkan jagad supranatural yang selalu enak untuk ditelusuri. Kali ini, saya akan mengenalkan pada Pembaca, seseorang yang memiliki kekuatan gaib untuk membantu Anda.

Adalah Abi Syeh Daeng, pria yang sedari remaja sudah jatuh cinta pada dunia gaib. Ia pun sudah mengenal dunia Suluk dari Tarikat Naqsabandiah. Berhari hari ia melakukan suluk di sebuah Pondok. Hingga ia sampai pada sebuah peristiwa yang tidak bisa dilupakannya sampai kini. Ia masuk ke alam Astral dan melihat dirinya dari ketinggian. Disitulah ia menemukan sosok yang dinamakan hakikat diri.

“Umur 17 tahun. Sewaktu suluk, ketika dzikiran, saat itulah, saya merasakannya. Jumpa cahaya, melihat dan masuk ke alam nur, ada kelanggengan dan ketenangan  tidak bisa dilukiskan, menjumpai cahaya gilang gemilang, mahligai tempat singgasana, berdialog dengan diri kita sendiri,” ujarnya mengenang ketika dijumpai di kediamannya di jalan Marelan IX Pasar 1 Rel Gg. Pribadi No. 145, Medan Marelan. Ia juga menambahkan,  sampai sekarang ia sering melakukan perjalanan itu. Tujuannnya mempertajam batin, mendapakan hidayah, tentunya bisa berjumpa hakikat diri.

Bagi Syeh Daeng, upaya spiritual memang tidak bisa dilepaskan dari tiap sendi kehidupan manusia. Dengan energi kegaiban ada berbagai masalah yang bisa diselesaikan salah satunya bagi yang terkena narkoba. Khusus mengenai ini, ia telah berpengalaman mengatasinya. Ada beberapa fase atau tahapan yang bisa dilakukan untuk menuju kesembuhan lewat terapi penyembuhan narkoba.  “Dengan sistem ruwatan  sapu jagad wahyu agung, relfeksi, hijamah, terapi kejiwaan dengan metode ilahiah, terapi energi murni. Air putih, telor ayam kampung dan habbatussaudah, juga dilengkapi terapi mandi,” Ujar Syeh Daeng yang bisa dihubungi di nomor 085297931233

Selain menangani masalah narkoba, Syeh Daeng juga menyediakan  Kalung Rajah Ayat Kursi Multi Guna. Merupakan media gaib sangat ampuh untuk membantu segala macam problem hidup manusia. Seperti permasalahan rumah tangga, percintaan, bisnis, usaha, dan lain sebagainya. “Kuncinya yakin dan ikhlas, semuanya akan berhasil,” katanya mengakhiri. (Radarberitaonline)

Negeri Seribu Suluk

Tony
Upaya menjaga indentitas atau julukan Negeri Seribu Suluk, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) akan memberikan bantuan bagi 80 surau suluk tersebar di 16 kecamatan. Bantuan dana hibah yang akan diberikan sebesar Rp100 juta per surau suluk.

Demikian disampaikan Bupati Rohul Drs. H. Achmad M.Si dalam acara Silaturahami dengan pimpinan surau suluk di pendopo rumah dinas Bupati Rohul di Pasirpangaraian, Rabu (13/8/14). Acara ini turut dihadiri Sekdakab Rohul Ir. Damri Harun MM, para Asisten, seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah dan Camat di lingkungan Pemkab Rohul.

Bupati Achmad mengatakan 80 surau suluk Tarikat Naqsyabadiyah akan dibantu dalam bentuk uang sebesar Rp100 juta per surau. Bantuan itu untuk membangun bangunan surau, air bersih lengkap dengan pompa air, kelayakan fasilitas dan lainnya. Dana bantuan akan ditransfer ke rekening bendahara pengurus surau masing-masing.

Bantuan dana hibah, kata Bupati, akan dicairkan dalam tiga tahap. "Untuk tahap pertama Rp50 juta. Jika pekerjaan selesai, baru dicairkan tahap kedua dan ketiga," jelas Bupati Achmad dalam sambutannya dan mengatakan pencairan tahap dua Rp30 juta dan tahap ketiga Rp20 juta.

Menurut dia, jika proposal pengajuan dari pihak surau suluk sudah lengkap administrasi, dana bantuan bisa segera dicairkan dan ditransfer ke rekening surau suluk. Dan jika pekerjaan siap dalam dua bulan, dana Rp100 juta akan langsung dicairkan dengan cepat dan tepat waktu. "Tapi jangan sampai lewat bulan Desember tahun ini. Sebab dana bisa hangus," imbau Achmad.

Bupati menambahkan, jika proses kegiatan tidak ada persolan dalam tahun ini, maka pada 2015 mendatang, beberapa surau suluk akan dibantu kembali.

Dia mengharapkan, adanya bantuan itu, dapat menyelamatkan seluruh surau suluk. Negeri Seribu Suluk diharapkan tidak hanya gelar atau sebutan saja, namun bisa dibuktikan melalui bangunan surau suluk, khalifah dan jemaah suluk yang tetap eksis.

Masjid dan Mushala di Pinggir Jalan Akan Ditata

Bupati Rohul, Achmad berjanji akan menata seluruh bangunan masjid dan mushala di sepanjang jalan lintas. Bangunan umat Islam itu akan dibangun baik, namun untuk rencana itu akan dilaksanakan secara bertahap dan dimulai pada tahun ini.

Menurut Achmad, penataan rumah ibadah bertujuan agar nuansa keagamaan di Kabupaten Rohul benar-benar terlihat oleh masyarakat luar daerah yang berkunjung ke daerah berjuluk Negeri Seribu Suluk.

Kata dia, jika agama dijaga baik, tentu rezeki dari Allah SWT akan lebih melimpah ruah untuk hambanya. Jika agama dimuliakan atau dihormati, akan lebih banyak keberkahan bagi umat. Sebagai negeri religius, ujarnya, semua rumah ibadah yang terbengkalai sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk membangunnya. Diakuinya, untuk penataan masjid dan mushala akan disinergikan dengan kas daerah, sehingga pembangunan bisa berjalan.

Kampung Kelahiran Syekh Abdul Wahab Rokan Akan Dibangun

Selain itu, Bupati Rohul Achmad berjanji akan memperhatikan dan membangun kampung kelahiran tokoh suluk, Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Chlidi di Desa Rantau Binuang Sakti, Kecamatan Kepenuhan.

Menurut dia, Kabupaten Rohul sudah terbukti melahirkan pahlawan nasional dan ulama besar, padahal sarana dan prasana masih minim. Kata dia, hal itu seharusnya menjadi dorongan dan motivasi bagi masyarakat Rohul.

Bupati Achmad mengungkapkan, nama Syekh Abdul Wahab Rokan sudah sangat dikenal jemaah suluk di Basilam, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Sebab itu, tak heran, hari kelahiran dan hari wafatnya diperingati oleh jemaah suluk.

Untuk pembangunan kampung Syekh Abdul Wahab Rokan di Desa Rantau Binuang Sakti, diakui Bupati Rohul, sudah dikoordinasikan dengan Kementerian dan Kebudayaan. Di daerah itu diakuinya masih minim infrastruktur dan perlu dilakukan peningkatan secara bertahap. (Riauterkini)

Thursday, August 23, 2012

Dua Pondok Parsulukan Direnovasi

Tony
Untuk ketiga kalinya sejak tahun 2009 hingga tahun 2011 telah membantu merenovasi masjid, asrama putra dan putri dan makam Tuan Syeh M. Raja Tanjung di parsulukan Babussalam, Merbau Selatan dan di hari yang sama kembali meresmikan hasil renovasi masjid Al Huda dan asrama parsulukan Miftahul Khoir di lingkungan IV, Kampung Jawa, Kecamatan Merbau pada 19 Agustus 2011 yang dilakukan oleh Racmat Prawira Kesumah, SE, MM, Direktur SDM PT Perkebunan Nusantara III.

Perincian dana renovasi yang diambil dari dana program bina lingkungan itu antara lain untuk parsulukan Babussalam asrama pemondokan putra dan putri sebesar Rp 293 juta, untuk renovasi makam sebesar Rp 55 juta, untuk renovasi masjid Al Huda dananya merupakan hasil sumbangan pribadi dari Rachmat Prawira Kesumah, SE, MM sementara untuk renovasi asrama pemondokan putra dan putri di parsulukan Miftahul Khoir kampung Jawa sebesar Rp 341 juta. Dengan demikian total bantuan renovasi kedua parsulukan tersebut mencapai Rp 689 juta.

Selain membantu merenovasi bangunan fisik kedua tempat ibadah tersebut, pada kesempatan yang sama PTPN III juga menyerahkan 100 paket sembako yang terdiri dari 10 kg beras, 2 kg gula pasir dan 1 kilogram minyak goreng dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada para ulama dan kaum miskin terutama para orang tua yang berada di sekitar kawasan parsulukan tersebut. Rachmat PK, dalam sambutanya mengatakan

“Untuk kawasan ibadah di parsulukan ini nantinya akan kita lakukan pemagaran agar terlihat lebih asri dan indah sebagai rumah ibadah,” katanya seraya mengatakan bahwa PTPN III tidak saja membantu merenovasi rumah ibadah tetapi bila ditemukan di sekitar kecamatan Labuhanhaji terdapat rumah sekolah atau sarana pendidikan yang tidak memadai, PTPN III akan membantu, begitu juga di kawasan lain.

Khairuddin Syah, SE, Bupati Labuhanbatu Utara mengucapkan terima kasih kepada manajamen  PTPN III yang telah sungguh-sungguh membantu pembangunan bagi kesejahteraan dan keagamaan di kabupaten  Labuhanbatu Utara khususnya, “kami berharap ke depan PTPN III tetap untung dan bisa membantu masyarakat lebih besar lagi,” katanya.

Demikian pula halnya Nazaruddin Siregar, salah satu Tuan Guru di parsulukan Babussalam mengucapkan suka citanya dan berharap agar PTPN III menjadi berkah dan tetap memperoleh keuntungan yang berlimpah karena begitu peduli tidak saja kepada kesejahteraan masyarakat namun bagi pembangunan rohani keagamaan. (BUMN)

Friday, January 29, 2010

Sumut Perlu Bangun Madrasah di Daerah Terpencil

Tony
Beberapa desa terpencil di Sumatera Utara (Sumut) perlu dibangun Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah, guna meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di daerah itu, sesuai dengan program yang dicanangkan oleh pemerintah.

“Pembangunan madrasah di pelosok pedesaan itu, sudah saatnya dipikirkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Humas Kanwil Departemen Agama Sumut, Solehuddin di Medan, Senin, mengenai perkembangan pembangunan madrasah di daerah terpencil Sumut.

Sekolah madrasah yang perlu dibangun di daerah terpencil di Sumut itu, yakni di Desa Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal (Madina), sejumlah desa di Kabupaten Tapanuli Selatan, Nias, Tanah Karo, Humbang Hasundutan dan Dairi.

Pembangunan madrasah itu juga betujuan untuk mengembangkan pendidikan agama Islam hingga pelosok desa di Sumut.

“Madrasah perlu didirikan hingga pelosok desa, tidak hanya di perkotaan saja. Masyarakat yang tinggal di daerah terpencil juga perlu sekolah di madrasah,” kata Solehuddin.

Ia menjelaskan penambahan pembangunan madrasah di Sumut itu perlu direalisasikan, mengingat jumlah madrasah yang ada di provinsi itu dinilai sangat terbatas.

Apalagi, katanya penduduk di Sumut saat ini sudah mencapai hampir 12 juta jiwa lebih dan setiap tahunnya terus mengalami peningkatan.

“Pertambahan jumlah penduduk itu juga harus dibarengi dengan pembangunan gedung sekolah seperti madrasah,” ucapnya.

Ditanya berapa jumlah sekolah Madrasah Ibtidayah Negeri (MIN) di Sumut, Solehuddin mengatakan mencapai 128 buah dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) sebanyak 40 sekolah.

Sumut juga memiliki Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) sebanyak 50 buah, Madrasah Tsanawiyah Swasta (MSS) 800 buah dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) 352 buah.

Disamping itu, Sumut juga memiliki 211 pesantren dan tersebar di 33 kabupaten/kota di Sumut, di antaranya terdapat di Kabupaten Madina, Tapanuli Selatan, Langkat, Binjai, Medan, Asahan, Deli Serdang dan daerah lainnya.

Selain itu, di Sumut juga terdapat 37 buah PPS Salafiah (pedidikan wajib belajar Dikdas 9 tahun), 730 Raudatul Atfal( pendidikan sore) dan 1.661 Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA).

“Pendidikan tersebut sangat membantu dan meningkatan pendidikan agama Islam di Sumut,” kata Solehuddin.

PTS Diminta Persiapkan Data Mahasiswa Penerima Beasiswa

Tony
Perguruan Tinggi Swasta (PTS) diminta menyiapkan data mahasiswa yang benar-benar layak menerima beasiswa, karena pemerintah akan segera menyalurkan beasiswa untuk mahasiswa dari PTS.

Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut/NAD, Prof Zainuddin di Medan, Jumat, mengatakan, tahun ini pihaknya akan menyalurkan Rp22 miliar untuk beasiswa mahasiswa PTS di lingkup Provinsi Sumatra Utara dan Aceh.

Dengan adanya pemberian beasiswa tersebut, diharapkan ke depannya tidak akan ada lagi mahasiswa yang tidak mampu menyelesaikan studinya karena alasan kesulitan keuangan.

Dana yang berasal dari Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) tersebut segera dicairkan setelah Kopertis menerima data mahasiswa yang valid.

“Jika pendataan penerima beasiswa diolah dan dimasukkan untuk bisa diakses secara on line memang sangat baik. Namun data semua ada di universitas, makanya kampus juga harus punya data base yang baik,” katanya.

Biasanya, kata dia, setiap tahun ada 18.000 mahasiswa mendapatkan beasiswa. Namun untuk tahun ini jumlah mahasiswa penerima beasiswa masih terus didalami. Itu disesuaikan dengan kemampuan keuangan pemerintah dan jumlah data yang masuk.

“Setelah kita hitung persentase untuk semua perguruan tinggi di NAD dan Sumut, barulah nanti kita tahu berapa jumlah mahasiswa yang akan mendapat beasiswa itu,” katanya.

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumut, Prof Nur Ahmad Fadhil Lubis, mengatakan, pihaknya sangat mendukung perbaikan data penerima beasiswa guna memudahkan pendataan.

“Selama ini kami sudah melakukan perbaikan data penerima beasiswa itu, termasuk soal informasi beasiswa yang ada di IAIN. Jadi mahasiswa bisa melihat melalui online dan setelah itu mengajukan proposal permohonan beasiswa,” katanya.

Di IAIN, kata dia, jenis beasiswa cukup banyak. Bukan hanya dari dalam negeri atau dari pemerintah, namun juga ada dari luar negeri, seperti dari negara Arab Saudi.

“Biasanya beasiswa tersebut untuk mahasiswa yang berprestasi dan mahasiswa yang kurang mampu dari segi ekonomi,” katanya.

Thursday, December 18, 2008

SUNAN BONANG DAN PEMIKIRAN SUFISTIKNYA: Prof. Dr. Abdul Hadi WM

Tony
DI kalangan ulama tertentu mungkin peranan Sunan Bonang dianggap tidak begitu menonjol dibanding wali-wali Jawa yang lain.

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Distributed By Gooyaabi Templates